Seputar Peradilan

SIDANG ITSBAT NIKAH MASSAL DI PENGADILAN AGAMA SUKAMARA (hari kedua)

IMG-20190624-WA0023.jpg

Suasana Persidangan di hari kedua

Sukamara | PA Sukamara (Selasa, 18/6/2019). Di pagi hari yang segar dan sejuk, suasana mana yang memang biasa menjadi pemadangan lumrah di Sukamara, di waktu awal-awal jam para Aparatur Pengadilan Agama masuk kantor, yakni pukul 07.00 waktu setempat, tampak di halaman Kantor Pengadilan Agama Sukamara, di bawah Tenda yang  oleh Pemerintahan Kabupaten Sukamara memang sedianya diperuntukkan untuk tempat duduk/ tempat tunggu, tampak telah duduk rapi berjejer Para Pemohon Pengesahan Nikah (Itsbat Nikah).

Para Pemohon yang berjumlah sekira 24 orang dari 12 pasangan yang mendalilkan dirinya telah melangsungkan pernikahan secara Agama Islam tersebut kesemuanya berasal dari warga Kecamatan Jelai Kabupaten Sukamara. Suasana pagi itu memang menjadi terkesan rame sebab masing-masing dari pasangan selain membawa keluarga, pun membawa 2 orang saksi untuk memperkuat dalil permohonannya.

Usai masing-masing dari pasangan melakukan verifikasi akhir mengenai data dan kehadirannya kepada petugas PTSP Pengadilan Agama Sukamara yang pandu oleh Muhamad Basyir, Adib Fuady, Apriansyah, Jaya Pirgo, Agus Demawan dan Hairul Rahman, tepat pukul 09.00 wib Majelis Hakim Pengadilan Agama membuka Persidangan. Satu persatu permohonan dari warga Jelai tersebut diperiksa oleh Majelis Hakim dengan seksama. Majelis menyadari betul sesungguhnya tingkat kehati-hatian dalam memeriksa perkara permohonan pengesahan nikah (itsbat nikah) ini harus lebih dari biasanya, sebab konsekuensinya dalam konteks hubungan suami istri nantinya, bisa menghalalkan yang sebelumnya haram dan bisa juga mengharamkan yang sebelumnya halal.

Pada Persidangan Permohonan Itsbat Nikah hari kedua ini yakni hari Selasa tanggal 18 Juni 2019, dari 12 permohonan yang diajukan oleh 12 pasangan yang mengaku menikah secara Agama Islam, dikabulkan oleh Majelis Hakim sebanyak 10 permohonan, selebihnya sebanyak 2 permohonan ditolak.

Begitu pula, seperti halnya di hari pertama, adanya 2 permohonan yang ditolak oleh Majelis Hakim tersebut disebabkan oleh tidak terpenuhinya syarat dan/atau rukun nikahnya, yakni  walinya tidak sah dan Pemohon I masih terikat perkawinan sah dengan orang lain. (arw)



;