Seputar Peradilan

BAGI KITA CUMA SETETES DARAH, TAPI BAGI MEREKA SEBUAH PERTARUHAN  NYAWA. KENAPA DEMIKIAN ?

IMG-20190828-WA0020.jpg

Sukamara | PA. Sukamara (Rabu, 4/9/2019). Pagi itu, suasana kantor di Pengadilan Agama Sukamara terlihat seperti hari-hari biasa. Suasana kantor yang tenang jauh dari hiruk pikuk ramainya perkotaan. Dikelilingi hutan yang cukup lebat dibelakang kantor. Dan didepan kantor terbentang luas halaman yang ditumbuhi rerumputan yang dipangkas rapi. Tambah memberikan kesan tenang dan damai. Terlihat seluruh personel Pengadilan Agama Sukamara berada di meja kerjanya masing-masing.

Akan tetap keheningan itu mendadak riuh. Ketika  sebuah pesan berantai yang diteruskan oleh anggota di group Whatsapp Pengadilan Agama Sukamara .’’Sekilas Info. Diminta kesediaan dan keikhlasan. Segera dibutuhkan 4 kantong golongan darah B pasien kebidanan. Darurattttt!!!!.” Begitulah kira-kira bunyi pesan tersebut.

Tanpa dikomandoi dan tanpa menunggu perintah. Wakil Ketua Pengadilan Agama Sukamara, Abdul Rahman beserta Panitera Muda Hukum, Muhamad Basyir didampingi oleh Jaya Pirgo, CPNS asal Bumi Kerinci Jambi, langsung meluncur menuju Rumah Sakit Umum Daerah yang ada di Kabupaten Sukamara.
Sesampai di Rumah Sakit mereka langsung menuju Instalasi Laboratorium Central Transfusi Darah dan melakukan tes kesehatan ringan dan mengidentifikasi golongan darah untuk mencocokkan sesuai atau tidaknya dengan Penerima Donor.

IMG-20190828-WA0021.jpg

Wakil Ketua Pengadilan Agama sedang menjalani proses donor darahnya

“Ini merupakan panggilan hati nurani, panggilan jiwa yang diketuk. Kita merasakan bagaimana perasaan keluarga pasien, pasti khawatir dan cemas. Kita selagi bisa membantu. Kenapa tidak membantu ?. Kegiatan donor darah selain untuk menolong sesame, juga dapat menyehatkan”, ucap Wakil Ketua Pengadilan Agama Sukamara asli Jakarta tersebut saat di wawancarai oleh tim Jurnalistik PA Sukamara.

Menurut Catatan World Healthty orgnisastion ( WHO ). Di Indonesia baru sekitar o.6% warga yang mendonorkan darahya secara sukarela, yang berarti masih minim kesadaran masyarakat Indonesia untuk melakukan kegiatan donor darah. Padahal perlu diketahui bahwa kegiatan donor darah merupakan kegiatan positif dan menyehatkan. Apalagi menurut data statistik 1 dari 3 masyarakat Indonesia mengidap penyakit yang membutuhkan kegiatan tranfusi darah secara rutin, sementara pasokan darah yang berada di Palang Merah Indonesi tidak menentu stok darahnya.

IMG-20190828-WA0016.jpg

Muhamad Basyir sedang mendonorkan darahnya

“Setelah saya membaca pesan WA tersebut. Saya langsung bergegas mengajak teman lainnya. Karena saya berpikir jika saya berada di posisi keluarga tersebut. Pasti perasaan was-was. Hari ini kita mendonor untuk mereka. Siapa tahu mereka akan mendonor utuk kita. Hari ini kita mempermudah orang lain. Mungkin esok lusa kita bakalan dipermudah oleh orang lain“, Kata Muhammad Basyir, S.H. Panitera Muda Hukum PA Sukamara yang sebelumnya bertugas di PA Kuala Kapuas usai melakukan donor darah.

IMG-20190828-WA0018.jpg

Jaya Pirgo sedang mendonorkan darahnya

“Melihat kejadian ini, kita bisa melihat bahwa persediaan darah di Kabupaten Sukamara cukup terbatas. Coba kita bayangkan jika ada pasien kecelakaan atau pasien lainnya dan mesti mebutuhkan darah secepatnya. Sudah  pasti gelabakan dengan stok darah yang terbatas dan tidak menentu. Kita kedepannya sesuai hasil rapat di Pengadilan Agama Sukamara  akan mengadakan kegiatan donor darah yang bekerja sama dengan pihak terkait untuk sedikit banyak memberikan kontribusi bagi masyarakat di Sukamara“, ujar Jaya Pirgo, S.HI CPNS yang ikut mendorokan darah.

Untuk diketahui, dalam rangka HUT Mahkamah Agung RI ke-74 tanggal 19 Agustus 2019 lalu, sesungguhnya Pengadilan Agama Sukamara memang sudah jauh-jauh hari merencanakan dan mewacanakan untuk melakukan kegiatan sosial yakni donor darah dengan Tema “Mendonor Darah Hari Ini, Menyelamatkan Nyawa Hari Esok“, namun semata keterbatasan sapras yang ada di RSUD Sukamara untuk penyimpanan kantong darah, maka terpaksa niat baik tersebut untuk sementara tertunda. Semoga ini hanya niat baik yang tertunda saja, dan dalam waktu dekat dapat terealisasi. Amin (DK)



;