arzh-CNendetr

HEADER WEB PASKR WBK 25 fx

Written by admin PA Sukamara on . Hits: 1973

BERSYUKUR

bersyukur kepadaa allah.jpg

Langit, bumi dan seluruh isinya adalah ciptaan Allah dan dalam menunjukkan ke-Maha Besaran-Nya itu kepada manusia, Allah menghamparkan semua ciptaannya baik yang ada di langit maupun di bumi untuk dipelajari, karena hanya dengan mempelajari ciptaannya itu kita akan menemukan hikmahnya dan kemudian kita baru benar-benar dapat menyadari ke-Maha Besaran Allah SWT.

Mari kita coba ambil pelajaran dari makanan yang sering kita makan yang namanya bakwan. Bakwan itu bahan bakunya terdiri dari, tepung terigu, wortel dan toge, dicampur dengan bumbu-bumbu yang terdiri dari cabe, garam, bawang dsb.

Nah, ketika kita mengkonsumsi bakwan tersebut, tanpa kita sadari kita juga telah menyerap berbagai macam energi alam. Kita menyerap energi yang berasal dari tanah, air dan matahari, bagaimana caranya kita menyerap energi yang berasal dari tanah, air dan matahari tersebut?, ingat, sayur-sayuran yang menjadi bahan pokok bakwan tersebut memperoleh makanan dari tanah dimana sayuran itu ditanam melalui akar-akarnya, agar sayur-sayuran bisa tumbuh subur, harus disirami dengan air sesuai dengan kebutuhannya, setelah akar-akar sayur-sayuran tersebut menyerap makanan dan air, saripati makanannya itu kemudian disalurkan menuju daun-daun, di dedaunan inilah semua tumbuhan melakukan proses fotosintesa atau memasak makanan dengan bantuan sinar matahari, hasil dari fotosintesa itu kemudian disalurkan ke seluruh batang tubuh dari sayur-sayuran tersebut, sehingga tumbuh suburlah sayuran tersebut. Tanpa kita sadari ketika kita memakan, secara tidak langsung kita juga menyerap energi yang berasal dari tanah, energi yang berasal dari air dan energi yang berasal dari matahari yang semuanya telah menjadi satu dalam bakwan tersebut.

Dari segi ekonomi, sayuran yang oleh petani ditanam di ladangnya, setelah dipanen, dibawanya ke pasar untuk dijual. Dari ladang untuk sampai ke pasar, diperlukan alat transportasi seperti mobil, setelah sampai di pasar, terjadilah proses jual beli antara petani sebagai penjual dan pembuat bakwan sebagai pembeli, setelah sayur-sayuran dan bumbu-bumbu diolah menjadi bakwan yang siap saji, kemudian diperjual belikanlah kepada kita dan akhirnya kita mengkonsumsi makanan tersebut. Sejak dari ladang sampai masuk ke dalam perut kita, dapat kita bayangkan bagaimana roda perekonomian itu berputar, yang semuanya itu memerlukan alat tukar yang disebut dengan uang ......(petani mendapat uang untuk memenuhi kebutuhan hidup dan membeli benih tanaman untuk ditanamnya kembali setelah menjual hasil panennya di pasar, penjual bakwan yg telah mengeluarkan uang untuk membeli sayur-sayuran hasil panen petani, mendapatkan uang kembali ditambah keuntungan setelah sayuran itu diolah menjadi bakwan dan dijualnya kepada pembeli, pembeli atau kita yang diposisikan sebagai sumber keuangan, mengeluarkan uang yang kita miliki untuk dapat menikmati bakwan, inilah bentuk siklus perputaran uang dalam skala kecil).... Dalam teori ekonomi makro, secara sederhana dapat dijelaskan, tingkat kesejahteraan suatu negara dapat dilihat dari seberapa cepatnya perputaran uang di negara itu, semakin cepat uang berputar semakin bagus perekonomian negara itu yang artinya juga semakin sejahtera masyarakat negara itu.

Dari contoh sederhana perputaran uang sejak dari ladang kemudian ke pasar kemudian terakhir sampai ke kita, dapat kita ketahui pula hikmah mengapa zakat itu menjadi bagian dari rukun Islam yang lima. Karena zakat merupakan instrumen pemerataan kekayaan. Kalau semua komponen bangsa mendapat kesempatan yang sama untuk ikut serta dalam kegiatan perputaran uang secara proporsional, sudah sejak lama rakyat Indonesia ini hidup makmur dan sejahtera dan syarat utama agar semua komponen bangsa dapat ikut serta dalam kegiatan perputaran uang, masing-masing komponen bangsa harus memiliki modal, dan komponen bangsa yang berasal dari kalangan yang tidak mampu dapat memperoleh modal apabila zakat yang dikeluarkan oleh komponen bangsa yang berlebihan hartanya, yang ditujukan untuk diberikan kepada mereka yang termasuk kalangan yang tidak mampu, dikelola dengan cara yang amanah dan profesional.

Hanya dari bakwan itu yang mungkin jarang atau mungkin tidak pernah sama sekali kita mengkajinya, karena kita hanya menganggapnya sebagai makanan ringan semata, ternyata begitu besar kekuasaan dan karunia Allah di dalamnya. Mengkaji dan memahami kekuasaan Allah dengan segala ciptaan-Nya, tidak harus kita mulai dari sesuatu yang besar, tapi dapat kita mulai dari hal-hal kecil atau sepele yang ada disekitar kita. Dan Allah sendiri tidak pernah malu menciptakan sesuatu yang kecil untuk menunjukkan ke Maha Besaran-Nya,  sebagaimana firman-Nya dalam surat al-Baqarah ayat 26:

Artinya: “Sesungguhnya Allah tiada segan atau malu membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. adapun orang-orang yang beriman, Maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan nyamuk Ini sebagai perumpamaan?." dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik”.

Dari nyamuk ciptaan Allah yang bentuknya kecil itu, meskipun memberikan dampak negatif berupa penyakit yang adakalanya dapat mematikan, namun pada saat yang bersamaan pula telah banyak memberikan kemakmuran kepada banyak orang, dari nyamuk itu banyak para ahli dan tenaga medis yang mengkaji nyamuk lalu menciptakan obat pembasmi nyamuk. Dari nyamuk itu juga banyak bermunculan pabrik obat nyamuk, banyak orang yang mendapat pekerjaan hanya dari nyamuk itu dengan cara berjualan obat nyamuk.

Kalau dibalik karunia Allah yang sering kita anggap kecil atau mengganggu itu telah kita ketahui hikmahnya, apakah masih ada lagi karunia Allah yang kita dustakan. Tentu hanya bersyukur yang dapat kita lakukan, karena dibalik ciptaan Allah yang kadangkala kita anggap merugikan dan kadangkala pula kita anggap menguntungkan, pasti ada rencana besar Allah, demi kebaikan kita sendiri yang mungkin baru kita akan sadari dikemudian hari nanti.

Ada sebuah cerita sufi yang menarik tentang bersyukur. Seseorang yang baru selesai shalat, kemudian dia keluar dari masjid, di halaman masjid dia mencari-cari sandalnya kesana-kemari tapi tidak ditemukannya, karena sendalnya harganya mahal, menangislah dia meratapi sandalnya yang hilang itu, ditengah tangisnya itu, matanya secara tidak sengaja melihat ke salah satu sudut masjid, dilihatnya ada seorang yang sedang mengajar Al-Qur'an sambil sesekali tertawa, bersenda gurau dengan murid-muridnya, dan ternyata orang yang mengajar Al-Qur'an itu cacat, kakinya buntung sebelah. Hati orang yang kehilangan sandal itu tergetar dan kesadarannya pun tersentuh, dalam hatinya dia berkata, "Kenapa aku menangis meratapi sandalku yang hilang, sementara di dalam sana ada orang yang masih bisa tertawa padahal dia kehilangan sebelah kakinya".

Memang rahasia Allah adakalnya sangat sulit kita pahami, tapi Allah tidak akan pernah meninggalkan hamba-hambanya yang bersyukur. (AR)

 

Add comment


Security code
Refresh

Hubungi Kami

Pengadilan Agama Sukamara

Jl. Tjilik Riwut KM. 0,1 Kab. Sukamara

Telepon      : (0532) 207 6494

SMS / WA   : 0811 5212 108

Email         : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. 

 

Tautan Aplikasi